Tuesday, January 13, 2009

Pagi yang indah

Allah kadang memberi nikmat
kadang bencana yang sangat dasyat
Dan kadang, Allah menguji sebuah kaum
Dengan berbagai nikmat yang melimpah

Peristiwa demi peristiwa
Meski hanya keburukannya yang kau rasakan
Maka keburukan itulah yang akan mengajarmu
tentang bagaimana kenikmatannya

Rembulan saja selalu tertawa
Dan bintang bintangpun senantiasa bertepuk tangan ceria
Lantas, atas dasar apa kita harus mati terbunuh
dan mudah tercekik hanya oleh kegelisahan semata?

Bukankah engkau telah melihat
bahwa setelah malam puas dengan gelap gulitanya,
maka fajar pagi pun pasti datang
dengan sinar cahayanya

Bila penderitaanmu sudah semakin menghimpit,
maka penyelesaian pun akan segera datang
Sebab, malammu telah mengizinkan
bahwa fajar akan segera datang

1 comment:

Bayu Notonegoro said...

wuih.. cakep bu..
buatan sendirikah? mantab!!